POLLING PILIHAN PARTAI ATAU CALON PRESIDEN MELALUI SMS, SIAPA DIUNTUNGKAN ???

Adik saya yang paling kecil  sewaktu masih kelas satu Sekolah Dasar setiap membaca papan nama warung ayam goreng “mBok Sabar”,   dengan tersenyum  dia akan selalu membaca dengan mbok sabar !. Yang maksudnya kira-kira  tidak perlu terburu-buru atau kita diminta untuk sabar.

Apa yang dimaksudkan  oleh adik saya tersebut kiranya mempunyai perbedaan  makna jika dibandingkan dengan   beberapa kegiatan polling  pilihan partai atau presiden yang dilakukan oleh beberapa media masa baik cetak maupun elektronik akhir-akhir ini. Jika adik saya tersebut memberikan pesan supaya kita tidak terburu-buru atau  harus berlaku sabar, polling media masa  dimaksud memberikan kesan sebaliknya, yaitu penyelenggara polling ingin segera mengetahui partai atau  calon presiden yang menjadi pilihan masyarakat.  Bahkan polling yang dilakukan melalui Short Message Service (SMS) oleh beberapa TV swasta cukup mendapatkan perhatian yang lumayan besar dari masyarakat.

Kegiatan polling melalui SMS merupakan hal yang cukup menarik untuk disimak, terlepas apakah hasil polling tersebut representatip atau tidak.  Pertama, SMS saat ini merupakan alat komunikasi yang cukup efektip karena cepat,  biayanya relatip murah, jangkauannya luas, serta cenderung menjadi pilihan sebagian besar masyarakat untuk  menyampaikan pesan tertulis kepada pihak lain. Bahkan akhir-akhir ini penggunaan SMS dapat menggeser  penggunaan kartu ucapan hari raya yang sebelumnya banyak digunakan oleh sebagian besar masyarakat kita.

Kedua, sebagian masyarakat yang berpartisipasi pada polling dimaksud hanya sebagian  dari  mereka yang mempunyai Hand Phone (HP) saja. Sebagai contoh adalah keluarga  dan teman-teman saya. Meskipun mereka mempunyai HP namun mereka berpendapat  bahwa ikut berpartisipasi pada polling tidak ada manfaatnya sama sekali,  bahkan membuang pulsa secara percuma. Hal ini tidak  berarti bahwa mereka tidak mempunyai pilihan terhadap partai atau calon presiden tertentu, karena  dalam  diskusi kecil yang sering kami lakukan mereka termasuk pendukung berat salah satu partai peserta Pemilu dan  calon presiden yang nama-namanya ditayangkan oleh TV swasta tersebut.  Sikap keluarga dan teman-teman saya tersebut merupakan cerminan bahwa kesadaran sebagaian masyarakat terhadap kegiatan polling belum begitu tinggi, meskipun  mereka mempunyai sarana untuk mengikuti polling tersebut. Dengan kenyataan ini maka hasil polling belum dapat menggambarkan kondisi yang sebenarnya.

Ketiga, partai politik maupun calon presiden  yang memperoleh suara cukup besar pada kegiatan polling tersebut dapat diduga mempunyai basis masa dari masyarakat yang cukup maju.  Melalui  pengamatan setiap hari, kalangan masyarakat pengguna HP jika dikelompokkan berdasarkan profesi adalah para pelaku usaha, pegawai negeri maupun swasta, mahasiswa dan pelajar serta  masyarakat lainnya yang secara ekonomi telah berkecukupan. Dan jika dikelompokkan berdasarkan usia, pengguna HP  didominasi oleh kalangan kaum muda. Jika dugaan ini benar, maka partai politik dan calon presiden yang memperoleh suara cukup besar pada kegiatan polling melalui  SMS ini telah  diuntungkan, karena informasi tentang kalangan masyarakat yang bersimpati dan menjatuhkan pilihan kepadanya sebagian sudah dapat dipetakan.  Jika infomrasi ini diolah, akan menjadi informasi yang sangat bermanfaat untuk menetapkan strategi kampanye yang akan dimulai dalam waktu dekat.

Keempat, polling melalui SMS  dapat dicermati pula sebagai  kemampuan para anggota dan kader partai maupun pendukung calon presiden tertentu mengembangkan jaringan komunikasi   dengan anggota masyarakat lain untuk dipengaruhi agar memilih partai  dan calon presiden yang didukungnya.

Sejak ada kegiatan polling di beberapa TV swasta, ayah saya mendapatkan banyak SMS dari teman-temannya yang berasal dari  berbagai daerah,  dan  rata-rata mereka adalah kader-kader atau pendukung partai dan calon presiden tertentu. Isi SMS hampir sama,  yaitu meminta ayah saya agar memberikan dukungan kepada partai politik atau calon presiden yang didukung oleh teman-temannya itu  dengan mengirimkan SMS ke penyelenggara polling serta meneruskan pesan tersebut  kepada kenalan atau kerabat ayah saya yang lain. Selanjutnya  ayah saya pun secara iseng mengirimkan SMS dengan pesan yang senada kepada kenalan-kenalannya guna memilih partai dan calon presiden yang tentu saja menjadi pilihan ayah saya. Hasilnya luar biasa tanggapan positip yang datang dari kenalan dan kerabatnya  sebagian besar mendukung partai dan calon presiden ayah saya tersebut, dan angka-angka perolehan suara partai dan calon presiden yang menjadi pilihan ayah saya di layar TV menunjukkan kenaikan yang cukup  pula.

Pengalaman ayah saya tersebut tentu  dialami  pula oleh orang lain. Bahkan tidak mustahil pengiriman SMS dari para anggota dan kader partai kepada orang lain yang  merupakan kenalan atau kerabat  yang dapat dipengaruhi  merupakan bagian  strategi dari partai dan  calon presiden itu sendiri  dalam rangka membentuk opini masyarakat bahwa partai atau calon presidennya  memperoleh dukungan dan dipilih oleh sebagaian besar masyarakat.

Jika dugaan ini benar maka polling pilihan partai dan calon presiden yang dilakukan oleh beberapa TV swasta  hanya menguntungkan partai-partai atau calon presiden yang memperoleh suara besar.

Terlepas siapa yang diuntungkan dari kegiatan polling pilihan partai dan calon presiden  melalui SMS yang dilakukan oleh beberapa TV swasta tersebut kiranya pesan yang disampaikan oleh adik saya yaitu agar kita tidak terburu-buru akan tetapi berlaku sabar menjadi penting untuk diperhatikan. Marilah kita menunggu  Pemilu yang tinggal beberapa bulan lagi, dan biarlah Pemilu itu  berjalan secara aman, jujur,  dan fair sehingga dapat diketahui  siapa yang menjadi pilihan masyarakat yang sebenarnya. Hasil polling melalui SMS kiranya tidak perlu dipertentangkan namun akan menjadi suatu informasi  yang berharga bagi semua partai peserta Pemilu dan para calon presiden, serta pihak-pihak yang berkepentingan. Itupun kalau mau mengolahnya lho.

Yogyakarta, 24 Januari 2004

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: